Preloader

Alamat

Jl. K.H. Abdullah Syafei No. 1 RT.001/RW.001 Kel. Kebon Baru, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan

Phone Number

081379741313

Email Address

admin@gmpd.co.id
info@gmpd.co.id

Pukulan Telak Dolar Rp18.107, Bendahara Umum GMPD Muhammad Yahya: Saatnya BUMDes Jadi Katup Penyelamat Ekonomi Desa

Pukulan Telak Dolar Rp18.107, Bendahara Umum GMPD Muhammad Yahya: Saatnya BUMDes Jadi Katup Penyelamat Ekonomi Desa

JAKARTA, 8 Juni 2026 – Lonjakan tajam kurs Amerika Serikat (USD) yang kini menembus angka psikologis baru di level Rp18.107,00 per dolar memicu kekhawatiran kolektif di tingkat nasional. Merespons guncangan ekonomi makro ini, Bendahara Umum Gerakan Muda Pemerhati Desa (GMPD), Muhammad Yahya, mengingatkan pemerintah bahwa hantaman terkeras dari melemahnya rupiah justru akan dirasakan secara nyata oleh masyarakat di akar rumput, khususnya di sektor infrastruktur dan ketahanan pangan desa.

Sebagai sosok yang mengawal sirkulasi dan akuntabilitas finansial organisasi, Muhammad Yahya melihat dinamika kurs ini bukan sekadar angka di layar bursa efek, melainkan ancaman nyata yang berpotensi melambungkan biaya hidup dan menghambat laju pembangunan desa jika tidak dimitigasi secara taktis.

 

Ancaman Pailit Infrastruktur Desa Akibat Efek Domino Kurs

Dampak paling instan dari bertenggernya dolar di angka Rp18.107,00 adalah pembengkakan biaya produksi akibat inflasi barang impor (imported inflation). Muhammad Yahya menyoroti bahwa banyak proyek infrastruktur desa yang kini terancam mangkrak atau mengalami penurunan kualitas.

"Pemerintah dan otoritas terkait harus jujur melihat realitas lapangan. Pembangunan jalan desa, jembatan, penataan irigasi, hingga pengadaan fasilitas air bersih mayoritas masih bergantung pada material dan komponen teknologi yang harganya terikat kurs global. Dengan dolar menembus 18 ribu rupiah, biaya bahan baku, suku cadang, hingga transportasi logistik otomatis melonjak drastis. Jika anggaran Dana Desa tidak disesuaikan secara fleksibel, kita akan menghadapi risiko penurunan kualitas fisik infrastruktur desa karena dipaksa 'efisiensi' demi menutupi kenaikan harga," tegas Muhammad Yahya secara kritis.

Ia juga menambahkan bahwa inflasi ini akan berimbas pada daya beli petani dan buruh tani di desa karena kenaikan harga pupuk non-subsidi dan pakan ternak impor yang semakin tidak rasional.

 

Optimalkan BUMDes sebagai Benteng Pertahanan Ekonomi Lokal

Di tengah ancaman stagflasi global yang merembes ke desa, GMPD menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk merombak total strategi ekonomi desa. Kuncinya ada pada optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Muhammad Yahya menawarkan tiga langkah strategis guna mengonversi krisis moneter ini menjadi peluang kemandirian desa:

  1. Substitusi Impor Berbasis Potensi Lokal: BUMDes harus didorong untuk memproduksi alternatif bahan baku lokal. Jika pakan atau pupuk kimia impor mahal, BUMDes harus memfasilitasi produksi pupuk organik dan pakan mandiri memanfaatkan limbah pertanian setempat.

  2. Revitalisasi Rantai Pasok Pangan Mandiri: BUMDes wajib mengambil peran sebagai agregator komoditas utama desa. Dengan memotong rantai tengkulak, BUMDes bisa menjaga stabilitas harga pangan di tingkat desa agar masyarakat tidak tercekik oleh inflasi kota.

  3. Pemberdayaan Infrastruktur Skala Mikro Berkelanjutan: Alih-alih memaksakan megaproyek desa yang padat modal impor, BUMDes harus diarahkan mengelola infrastruktur padat karya yang mengoptimalkan tenaga kerja lokal dan material asli desa.

"Dolar di angka Rp18.107 adalah alarm keras bahwa ketergantungan kita pada ekosistem luar sangat rapuh. Saat ekonomi kota bergoyang karena makroekonomi, desa harus menjadi benteng pertahanan yang mandiri. Ini adalah pembuktian bagi BUMDes: apakah mereka mampu hadir sebagai lembaga usaha yang menyejahterakan masyarakat, atau hanya papan nama seremonial? Kami di bawah komando keuangan GMPD mendesak penguatan modal dan literasi keuangan bagi pengurus BUMDes agar mereka cerdas membaca peluang di tengah krisis. Ketika rupiah melemah, ekonomi lokal desa harus diperkuat agar masyarakat desa tetap bisa makan dan berdaya!" pungkas Muhammad Yahya.

Admin Gmpd
Author

Admin Gmpd

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies.